Bicara Tentang Hati








Pena ini mencoretkan lagi nukilan hati, berbicara dengan dinding kamar bukan kerana aku kerisauan. Aku tetap dirantaian celah celah manusia. Namun aku tetap merasa sepi . Aku bertanya pada dinding kamar kenapa aku sunyi ?

Aku bicara pada rembulan yang bersinar, aku bertanya pada si mentari..






Kenapa aku terasa kosong benar jiwa , tiada jawapan , hanya bahasa nyanyian bisu mengiringi, Bertanya pada manusia? Gelak tawa mereka adalah tangis sedih hati yang rapuh. Aku mencari keindahan pada dunia ini. Pada seseorang, seseorang itu pasti tidak akan kekal dengan kita . Pada segumpal wang , wang itu habis seperti air yang mengalir, pada sebuah jawatan , jawatan itu hilang.  Apa lagi yang harus aku harapkan?

Aku merantau lagi, mencari kebahagiaan yang abadi. Berlabuh dari satu perlabuhan ke pelabuhan lain. Mencari apa itu yang tenang, mencari apa itu yang puas. Tetap jua sama. Pulang ke halaman , bersama tngan penuh debu dosa. Keindahan yang kekal abadi itu tidak kunjung tiba. Ramai yang berbicara dunia ini sementara, namun tidak ramai yang bersedia. Sama jua aku. Berkira hidup lama lagi , berdosa tidak apa.

Terlupakah kita dengan mengingati Allah jiwa menjadi tenang ? Kitab suci , tersedia rapi dialmari, berhabuk , lusuh sedikit tidak terusik. Menanti sahabat berlabuh nyawa meninggal dunia , baru terbaca. Menanti sakit derita hiba baru terucap kalimah suci itu. Baru tersedar. Bukan dinding kamar patut kita bicara , bukan pada mentari mahupun rembulan dan bukan jua pada sekecil hamba yang hina kita bersoal, juga bukan pada bintang dan pelangi.






Sujudlah padaNya , berbicaralah dengan Allah Tuhan segala galanya pencipta. Bermohonlah padanya ,mintalah padanya , itulah kebahagiaan aku , kamu dan mereka cari selama ini. Allahurabbi ..

2 comments:

  1. Dear yuyu rashid ,,
    its nice entry... :)
    can i share that entry??

    ReplyDelete

 
Copyright © Yuyurashid | All Rights Reserved | Designed by Whitey Mommy Back to Top|Sign in